“Halo, Siapa Namamu?”


Telah dibuka pendaftaran untuk audisi Indonesia Got Talent 2012. Pendaftaran dapat dilakukan secara online atau dengan mengisi formulir pendaftaran yang tersebar pada beberapa stasiun radio seperti berikut ini…

Andini menyimak dengan serius tayangan iklan di televisi itu. Seulas senyum tersirat diwajahnya.

Ih, mama senyum-senyum saja dari tadi. Ada apa?” tanya Salsa kepada ibunya. Terbersit rasa heran dan penasaran melihat tingkah laku ibunya. Namun Andini tidak menjawab. Dia hanya tersenyum.

Sebulan kemudian acara audisi ajang pencari bakat itu pun digelar yang dilakukan secara bertahap pada beberapa kota besar di Indonesia, termasuk kota Bogor tempat tinggal Andini. Acara audisi ini diliput oleh salah satu stasiun televis swasta yang menjadi pemegang hak siarnya. Andini pun mempersiapkan dirinya dengan sebaik-baiknya. Dia berdandan agak beda dari seperti biasanya karena tak ingin diketahui oleh keluarganya dan orang banyak. Tak lupa dikenakannya sunglasses barunya demi menyempurnakan penyamarannya.

Ketika tiba di tempat acara audisi jam 9 pagi, sudah tampak oleh Andini antrian panjang. Dia dengan sabar menanti giliran untuk melakukan pendaftaran ulang. Setelah hampir dua jam mengantri, akhirnya tiba juga gilirannya. Setelah selesai Andini masih harus mengantri lagi sebelum tampil di depan juri. Diputuskannya untuk makan siang sambil menunggu audisi.

Rupa-rupanya keberadaan Andini cukup menyita perhatian duet pembawa acara Indonesia Got Talent, Randy dan Shanty. Dengan segera mereka mendekati Andini untuk melakukan wawancara singkat ketika giliran Andini sudah hampir tiba.

“Hai, halo, apa kabar, mbak?” tanya Randy dan Shanty kompak kepada Andini.

“Oh, hai…kabar baik,” jawab Andini dengan senyumnya yang manis.

“Dari tadi kami perhatikan mbak ini sibuk berlatih mempersiapkan diri. Apakah mbak gugup menghadapi audisi ini?”

“Oh, gugup sih tidak ya, soalnya saya sudah terbiasa menghadapi banyak orang. Jadi santai sajalah.”

“Wah, hebat. Apa pekerjaan mbak sehari-harinya?”

“Kerjaan saya padat sehari-harinya. Saya ini seorang Doktor S3 lulusan salah satu universitas ternama di negeri ini. Saya juga sibuk pada beberapa kegiatan sosial yang sangat menyita waktu. Namun pun demikian saya tetap punya waktu melakukan hobi saya disela-sela kesibukan saya. Karena itulah saya menyempatkan diri melakukan audisi ini biar orang tahu bahwa saya punya talenta lain selain kepandaian saya secara akademik,” Andini menjelaskan dirinya secara singkat.

“Oh ya kami lupa menanyakan siapa nama mbak, dan apa keahlian yang akan mbak tunjukkan kepada dewan juri nanti?” tanya Shanty sambil tertawa kepada Randy karena menyadari kealpaan mereka menanyakan nama Andini.

“Hahahaha…iya…kami sampai lupa menanyakan siapa nama mbak cantik ini. Siapa namamu, mbak?” tanya Randy masih tertawa.

Kamseupay…kamseupay…kamseupaaaaaaaaaaaaaaaaaaayyyyyyyyy!!!” jerit Andini. Wajahnya tiba-tiba berubah marah sambil membuka kacamata hitamnya.

“Susteeeeeeeeeerrrrrr. Tolong, mama saya mengamuk lagi!” jerit Salsa kepada dua orang perawat yang tergesa-gesa masuk ke kamar perawatan ibunya setelah dia menekan tombol darurat. Ibunya kembali menjerit histeris setelah sebelumnya hanya berbaring dalam bisu.

Dengan sigap kedua perawat itu menangini Andini untuk menenangkannya. Salsa hanya mampu berdiri terpaku sambil sesunggukan melihat keadaan ibunya yang pada kedua lengan dan kakinya harus diberikan pengaman untuk menghindari Andini mencelakai dirinya sendiri.

18 thoughts on ““Halo, Siapa Namamu?”

  1. Pingback: [#15HariNgeblogFF] Daftar tulisan judul [1] Halo, siapa namamu? « Philophobia

  2. …Marissa Haque sampe terbawa kemari.😀

    Saya ngebaca ini bukan seperti baca cerpen. Bahasanya terlalu baku, jadi saya ngerasa seperti baca dialog teater.:mrgreen:

    • Hidup katanya adalah panggung sandiwara…jadi segala hal di sekeliling kita bisa menjadi tema😉

      Ya, saya memang sengaja memakai bahasa yang baku, karena sebelum ini saya sering menulis dalam bahasa Inggris. Jadi harapannya, dengan menulis secara baku, andai kawan2x pengunjung saya sebelumnya, setidaknya kalau mereka ingin mencari tahu apa yang saya tulis, maka google translator bisa menerjemahkan mendekati yg sebenarnya🙂

      Terimakasih atas saran dan kritiknya🙂

  3. Pingback: “Kamu manis, kataku.” | Ingset's Blog

Thanks in advance either for having left a reply or liked my post :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s