Sah


“Aku dilamar, Mas Aris! Aku dilamar oleh Mas Aris!” pekik Izzah gembira kepada kedua orangtuanya, Suri dan Helmi. Aris adalah tetangga mereka sejak setahun yang lalu dan hubungan kedua keluarga terjalin sangat baik.

“Alhamdulillah, nak. Bapak dan ibu turut gembira mendengarnya,” ujar Suri.

Demikianlah kegembiraan Izzah disampaikan kepada kedua orangtuanya setibanya di rumah setelah Aris melamarnya beberapa jam sebelumnya. Lamaran Aris ini sudah sangat lama dinantikannya. Dia tak sabar menanti hari besarnya tiba.

“Izzah, aku terpikat padamu sejak pertamakali kita bertemu. Kamu bak magnet yang tarikannya begitu kuat,” demikian Aris memulai pembicaraan siang itu dengan Izzah. Izzah hanya mampu duduk diam dengan dada yang berdebur kencang, mendengarkan dan menyimak dengan seksama apa yang diutarakan Aris.

“Bagaimana, Izzah? Bersediakah dirimu?” tanya Aris penuh harap kepada Izzah. Senyum tipis Aris membuat jantung Izzah semakin berdegup kencang. Pertanyaan Aris benar-benar membuatnya bahagia.

“Izzah….?” tanya Aris sekali lagi ketika Izzah belum memberikan jawabannya. “Bersediakah kamu?”

“Iya, mas. Saya bersedia,” jawab Izzah terbata-bata sambil menahan haru.

“Oh, terimakasih, Izzah!” pekik Aris. Ada kegembiraan terdengar dari suaranya. “Kalau begitu semuanya sah! Minggu depan kamu sudah boleh mulai bekerja mengasuh bayiku selama istriku koma di rumah sakit.”

Izzah sudah sejak lama menantikan pekerjaan demi mendapatkan biaya sekolah sesuai rencananya, yaitu melanjutkan studi ke sekolah keguruan. Oleh karenanya ia sangat bersyukur mendapatkan tawaran Aris sekaligus prihatin dengan keadaan yang menimpa keluarga muda nan sukses itu.

20 thoughts on “Sah

  1. hahahaha .. duduuuuuuuul …

    Juragan Aris ternyata sigap juga dengan kondisi rumahnya, ya. Pertama-tama sih ngelamar jadi pengasuh bayi, tapi mungkin selanjutnya ngasuh bayi beneran sekaligus ngasuh Aris .. hihihi .. Eh, jangan2, itu bayi benernya Izzah, ya? .. hahahahaha

    Sementara terdengar dari rumah sebelah keluarga Izzah, seorang wanita menangis meraung-raung di pojokan, karena gagal dalam psikotes mengasuh bayi yg diadakan oleh Juragan Aris. Wanita itu bernama Inge …

    hihihihihi

Thanks in advance either for having left a reply or liked my post :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s